Masa-masa di lab memang mempunyai cerita tersendiri bagi mahasiswa farmasi, itu disebabkan kesibukan yang luar biasa hingga terkadang membuat praktikan terkadang mengabaikan apa yang ada di sekitarnya demi selesainya tugas yang menumpuk. Selain itu, syarat untuk mendapatkan tiket masuk laboratorium juga menuntut untuk mengenal praktikan dari kelas yang lain baik itu senior, teman seangkatan, maupun junior, karena dengan kenalan yang banyak akan memudahkan ketika ada hal-hal mendadak yang bisa melibatkan bantuan dari mereka.
Berawal dari baju lab yang dipinjam dengan modal SKSD dari seorang teman yang bahkan tidak saya ketahui namanya karena saat itu yang ada dipikiran saya adalah bisa masuk lab. Alhamdulillah usaha saya tersebut tidak sia-sia dan akhirnya praktikum hari itu bisa saya ikuti sampai usai. Terima kasih banyak sebelumnya yah buat kamu. Hehehehe
Yah, satu masalah terselesaikan namun muncul masalah baru yakni bagaimana cara mengembalikan baju lab tersebut yang tidak ada satupun identitas dan bahkan pemiliknyapun juga saya tidak ingat lagi. Maklum, waktu itukan pinjamnya dadakan jadi gak ada pikiran bakalan muncul kejadian seperti ini. Akhirnya saya coba memutar kembali memori otak untuk mendapatkan gambaran mengenai si pemilik baju. Dan gambaran yang diperoleh yakni warna kulit, postur tubuh, cara berpakaian, dan ada sedikit tai lalat di dekat hidungnya. Yah, walaupun gambaran mengenai raut wajahnya kurang jelas setidaknya ruang lingkup pencarian sudah terbatasi.
Berdasarkan informasi tersebut, saya mulai pencarian dengan bertanya pada orang yang saya lihat. Tapi hanya orang yang berjalan sendiri atau minimal bertiga, alasannya adalah kalau salah orang kan gak terlalu malu2in. Hehehehehe
Dengan semangat 45 dan memegang prinsip bahwa semua yang saya tanyai adalah orang yang belum saya kenal jadi kenapa mesti malu ketika orang itu bukanlah dia si pemilik baju. Cukup disuguhkan dengan sedikit senyuman sebelum pergi setidaknya bisa menghilangkan kesan SKSD yang barusan saya lakukan. Hehehhehe. Adapun bunyi pertanyaannya yakni : "Kawan, sory sebelumnya nih. Btw qt yang saya pinjam baju labnya kmaren ?" Pertanyaan yang langsung pada intinya alias tanpa basa basi. Namun, setelah sekitar sepuluh orang saya lemparkan pertanyaan tersebut hasilnya nihil (mereka menjawab Bukan)...
Akhirnya saya memutuskan untuk memutar kembali memori otak, namun bukan untuk mengingat kembali siapa yang memberikan saya baju lab tersebut. Melainkan mengingat apa atau siapa yang ada disekitarnya saat itu, karena terkadang ingatan tentang sesuatu yang berada disekitar titik fokus bisa memperjelas objek. Dan sreek, ada beberapa yang tersangkut dikepala. Berdasarkan memori itu jugalah kini ruang lingkup pencarian semakin terbatasi dan kemungkinan untuk menemukan pemilik baju semakin meyakinkan saja.
Dengan mengandalkan naluri detektif ala Conan Edogawa, saya mulai mengumpulkan bukti-bukti yang ada lalu ditariklah sebuah kesimpulan bahwa dia sedang berada disana. Sayapun langsung menuju ke lokasi seolah sedang mengejar target ala reality show H2C. Dan kesimpulanku tidaklah salah, gambaran mengenai si pemilik baju lab ini adalah dia yang sedang menunggu temannya mengasistensikan laporan.
Tanpa ragu sedikitpun saya menghampirinya dan menyerahkan baju lab tersebut dengan mengatakan "Ini Baju Lab ta, terima kasih sebelumnya. N Maaf baru dikembalikan sekarang". Dan dia tersenyum lalu menjawab "Sama-sama". Dengan jawaban itulah berarti memang kesimpulanku sudah tepat dan alhamdulillah Si Pemilik Baju Lab telah diketahui.
Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah "Lain Kali Kalau Mau Pinjam Baju Lab, Tanya Identitasnya atau Sekalian Minta Nomor HP nya"
Hehehehehehe
by : Radhu Jie