Rabu, 28 Desember 2011

Akhirnya Datang Juga

Aku yang selalu merindukanmu
Yang begitu memujamu
Yang sangat menginginkanmu
Dan ingin menyatu denganmu

Semuanya telah jelas bagiku
Suaramu yang dulunya bisu
Kini telah terngiang di telingaku
diterjemahkan menjadi panggilan untukku

Panggilanmu yang telah lama kunanti
Yang selalu menggetarkan hati
Yang selalu membangkitkan semangat
Dan menuntutku untuk tetap cermat

Akhirnya saat ini tiba
Saat dimana aku akan berlari
Berlari ke arahmu dengan usaha
Usaha yang jelas memberiku arti

Arti yang bagi orang lain adalah sia-sia
Tapi hal itu takkan mengurungkan niatku
Karena dirimulah tujuanku yang sesungguhnya
Yang tak tergantikan bagiku

Kaulah jiwaku
juga naluriku
Kaulah impianku
Juga hidupku 

                                                                                                                      By : Radhu Jie

Senin, 26 Desember 2011

Baju Lab Ini Milik Siapa?

       Masa-masa di lab memang mempunyai cerita tersendiri bagi mahasiswa farmasi, itu disebabkan kesibukan yang luar biasa hingga terkadang membuat praktikan terkadang mengabaikan apa yang ada di sekitarnya demi selesainya tugas yang menumpuk. Selain itu, syarat untuk mendapatkan tiket masuk laboratorium juga menuntut untuk mengenal praktikan dari kelas yang lain baik itu senior, teman seangkatan, maupun junior, karena dengan kenalan yang banyak akan memudahkan ketika ada hal-hal mendadak yang bisa melibatkan bantuan dari mereka.

          Berawal dari baju lab yang dipinjam dengan modal SKSD dari seorang teman yang bahkan tidak saya ketahui namanya karena saat itu yang ada dipikiran saya adalah bisa masuk lab. Alhamdulillah usaha saya tersebut tidak sia-sia dan akhirnya praktikum hari itu bisa saya ikuti sampai usai. Terima kasih banyak sebelumnya yah buat kamu. Hehehehe

          Yah, satu masalah terselesaikan namun muncul masalah baru yakni bagaimana cara mengembalikan baju lab tersebut yang tidak ada satupun identitas dan bahkan pemiliknyapun juga saya tidak ingat lagi. Maklum, waktu itukan pinjamnya dadakan jadi gak ada pikiran bakalan muncul kejadian seperti ini. Akhirnya saya coba memutar kembali memori otak untuk mendapatkan gambaran mengenai si pemilik baju. Dan gambaran yang diperoleh yakni warna kulit, postur tubuh, cara berpakaian, dan ada sedikit tai lalat di dekat hidungnya. Yah, walaupun gambaran mengenai raut wajahnya kurang jelas setidaknya ruang lingkup pencarian   sudah terbatasi.

          Berdasarkan informasi tersebut, saya mulai pencarian dengan bertanya pada orang yang saya lihat. Tapi hanya orang yang berjalan sendiri atau minimal bertiga, alasannya adalah kalau salah orang kan gak terlalu malu2in. Hehehehehe

          Dengan semangat 45 dan memegang prinsip bahwa semua yang saya tanyai adalah orang yang belum saya kenal jadi kenapa mesti malu ketika orang itu bukanlah dia si pemilik baju. Cukup disuguhkan dengan sedikit senyuman sebelum pergi setidaknya bisa menghilangkan kesan SKSD yang barusan saya lakukan. Hehehhehe. Adapun bunyi pertanyaannya yakni : "Kawan, sory sebelumnya nih. Btw qt yang saya pinjam baju labnya kmaren ?" Pertanyaan yang langsung pada intinya alias tanpa basa basi. Namun, setelah sekitar sepuluh orang saya lemparkan pertanyaan tersebut hasilnya nihil (mereka menjawab Bukan)...

          Akhirnya saya memutuskan untuk memutar kembali memori otak, namun bukan untuk mengingat kembali siapa yang memberikan saya baju lab tersebut. Melainkan mengingat apa atau siapa yang ada disekitarnya saat itu, karena terkadang ingatan tentang sesuatu yang berada disekitar titik fokus bisa memperjelas objek. Dan sreek, ada beberapa yang tersangkut dikepala. Berdasarkan memori itu jugalah kini ruang lingkup pencarian semakin terbatasi dan kemungkinan untuk menemukan pemilik baju semakin meyakinkan saja.

          Dengan mengandalkan naluri detektif ala Conan Edogawa, saya mulai mengumpulkan bukti-bukti yang ada lalu ditariklah sebuah kesimpulan bahwa dia sedang berada disana. Sayapun langsung menuju ke lokasi seolah sedang mengejar target ala reality show H2C. Dan kesimpulanku tidaklah salah, gambaran mengenai si pemilik baju lab ini adalah dia yang sedang menunggu temannya mengasistensikan laporan. 

          Tanpa ragu sedikitpun saya menghampirinya dan menyerahkan baju lab tersebut dengan mengatakan "Ini Baju Lab ta, terima kasih sebelumnya. N Maaf baru dikembalikan sekarang". Dan dia tersenyum lalu menjawab "Sama-sama". Dengan jawaban itulah berarti memang kesimpulanku sudah tepat dan alhamdulillah Si Pemilik Baju Lab telah diketahui.

          Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah "Lain Kali Kalau Mau Pinjam Baju Lab, Tanya Identitasnya atau Sekalian Minta Nomor HP nya"
Hehehehehehe

                                                                                                                         by : Radhu Jie
          

Senin, 19 Desember 2011

Hati Yang Retak

Semuanya kini tak lagi sama
Cakrawala seakan memudar pesonanya
Dalam balutan malam kucurahkan kerinduanku
Kerinduan akan rembulan yang kini meredupkan sinarnya padaku

Meski awan nampak cerah di pagi hari
Ia belum mampu menyinari kelamnya hati ini
Hanya sinar lilinlah yang kubutuhkan saat ini
Secercah sinarnyalah yang dapat memberikan harapan
dalam menjelajah alam
Alam yang mendamaikan hati...

Kamis, 08 Desember 2011

Kau Selalu di Hatiku

Aku sangat mencintaimu
Benar, aku sangat sangat mencintaimu
Tapi yang menjadi permasalahannya adalah 
"kau selalu di hatiku" 
Ya, kau selalu di hatiku dan masih di hatiku

Akupun bingung dan tidak tahu lagi
bagaimana cara menemukan bagian diriku yang hilang 
yang tentunya hanya ada pada dirimu
Sementara kau hanya bayang-bayang di hatiku

Tapi tak apalah
Aku tahu dan aku yakin
Ini adalah cara terbaik untuk menjaga
Agar cinta kita tidak ternodai

Dan bila waktunya tiba bagi kita
untuk berjumpa di alam ini,
Itulah saat yang paling kunantikan
dan tentunya sangat kutunggu-tunggu

Waktu dimana aku akan mengajakmu
Ke tempat yang paling indah
dengan ridho yang Maha Kuasa.



                                                                                                   by : Radhu Jie

Awal Mula

Alhamdulillah, keinginan untuk punya blog sendiri sdh lama terealisasikan. Hanya saja yang menjadi masalahnya skrang adalah saya bingung bagaimana menyalurkan semua yang ada dalam isi kepala menjadi sebuah tulisan yang setidaknya bisa dimengerti oleh diri saya sendiri. Maklum masih pemula.

 Yah namanya juga blog baru, brarti nulisnya juga  masih kaku n ngebahas  yang berhubungan dengan sesuatu yang baru dimulai , baru terencanakan, atau bahkan baru diniatkan. 
He...He...He...

Pada suatu hari (jadi ingat bu guru SD ku waktu dsuruh ngarang cerita), ketika baru masuk di bangku kuliah kurang lebih 3 tahun yang lalu. Pas lagi bingung nyari literatur buat kerja tugas, yah jalan satu2nya yg bisa saya terima dari tmn saya, tidak lain adalah nyari d dunia maya. Berhubung saya juga waktu itu msih kurang tahu mngenai internet n nyari2 bahan (browsing) jd sy tanya sama penjaga warnet mngenai penggunaannya, cara memasukkan keyword d search engine, plus cara simpan page's file sampe cara printnya. Dan pada hari itu sy lebih akrab lagi dengan mbah google. Maklum masih pemula
He...He...He...

Jadi, karna dari semua option yang d tampilkan oleh mbah google kebanyakan dari sumber yang lebih dikenal dengan sebutan "blog", maka mulai ada ketertarikan untuk membuat blog n alhamdulillah setelah sekian lama dibuat n diutak atik mulai dari tema, judul, bahkan informasi profil. Akhirnya saya memutuskan untuk mulai mengisinya dengan tulisan ini.
klo boleh dibilang sih, ini adalah langkah awal untuk tulisan-tulisan yang lain.
Maklum masih pemula
He...He...He...


Semoga saja tulisan-tulisan berikutnya bisa bermanfaat.
Paling tidak, bermanfaat bagi diri saya sendiri.
Amin ya Rabb